
Nama sandi "Han Kuang (Han Glory) No 28" sudah disiapkan. Ribuan
pasukan cadangan pun ikut ambil bagian. Maka, pada Senin (16/4/2012)
latihan perang selama lima hari ke depan berlangsung.
Tujuan utamanya,
melawan serangan pihak China.
Hiruk-pikuk persiapan itu menjadi
agenda rutin Pemerintah Taiwan. Ratusan tentara juga dikerahkan di luar
Taipei ketika militer mensimulasikan pendaratan China di tepi Sungai
Tamshui, yang mengalir melalui ibu kota, kata para pejabat kementerian
pertahanan.
Di selatan, angkatan laut mengerahkan armada
kapal penyapu ranjau dan helikopter untuk skenario tempat Tsoying,
pangkalan utama angkatan laut di pulau itu, adalah target blokade
China.
Hubungan antara Taiwan dan China, bekas musuh yang
telah meningkat membaik secara drastis sejak Ma Ying-jeou dari Partai
Kuomintang yang bersahabat dengan China berkuasa pada tahun 2008,
menjanjikan peningkatan perdagangan dan jaringan pariwisata.
Namun,
China masih mengklaim kedaulatan atas Taiwan, yang memiliki pemerintah
sendiri sejak 1949, dan telah bersumpah untuk mendapatkannya
kembali—jika perlu dengan kekerasan—bahkan meskipun pulau itu sendiri
telah memerintah selama lebih dari 60 tahun. Kompas
Komentar
Posting Komentar